MAKALAH FISIKA
“KONSEP LENSA (PENGERTIAN,
JENIS, DAN KEGUNAAN LENSA)”
Untuk Memenuhi Tugas
Mata Kuliah FISIKA
yang Diampu oleh Dr. Parno, M.Si
Disusun oleh:
Lailatul Mufarikhah
210343606419
UNIVERSITAS NEGERI
MALANG
FAKULTAS MATEMATIKA
DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
PROGAM STUDI
BIOTEKNOLOGI
NOVEMBER 2021
BAB
I
PENDAHULUAN
1.1 Latar
Belakang
Dalam kehidupan sehari-hari, penerapan ilmu fisika tidak dapat
dipisahkan dari kegiatan manusia, Salah satunya yaitu penggunaan lensa. Lensa
atau yang lebih sering disebut sebagai kanta merupakan alat yang digunakan
untuk mengumpulkan dan menyebarkan cahaya. Lensa banyak ditemukan dalam
kehidupan sehari-hari, misalnya pada kamera, mikroskop, dan teropong.
Dalam perkembangannya, lensa pertama kali ditemukan di Yunani Kuno oleh
Aristophanes The Clouds pada tahun 424 SM. Aristophanes menggunakan lensa
cembung yang memfokuskan cahaya matahari untuk menciptakan api
(gelas-pembakar). Abu Ali al-Hasan yang merupakan matematikawan muslim asal
Arab menuliskan teori mengenai optikal pertama dan utama. Teori ini menjelaskan
bahwa lensa pada mata manusia dapat membentuk sebuah gambar di retina. Seiring
dengan berkembangnya zaman, lensa juga banyak diterapkan pada teknologi masa
kini. Hal ini karena lensa memiliki banyak manfaat yang dapat membantu
pekerjaan manusia.
1.2 Rumusan
Masalah
1.
Apa yang dimaksud dengan lensa?
2.
Apa saja jenis-jenis dari lensa?
3.
Apa contoh kegunaan lensa dalam kehidupan sehari-hari?
4.
Apakah ada penerapan lensa dalam bioteknologi?
1.3 Tujuan
1.
Untuk mengetahui apa itu lensa
2.
Untuk mengetahui jenis-jenis lensa
3.
Untuk mengetahui contoh kegunaan lensa dalam kehidupan sehari-hari
4.
Untuk mengetahui adanya penerapan lensa dalam bioteknologi
BAB
II
URAIAN
MATERI
2.1 Pengertian
Lensa
Lensa merupakan benda tembus
pandang atau transparan yang dapat membelokkan atau membiaskan berkas cahaya
yang melaluinya. Jika suatu benda berada di depan lensa, maka akan terbentuk
bayangan dari benda tersebut. Pada umumnya, lensa terbuat dari bahan kaca dan
plastik atau biasa disebut sebagai mika.
2.2 Jenis-Jenis
Lensa
1. 1. Lensa Cembung
Lensa yang di bagian tengahnya tebal, tapi di bagian
tepinya tipis. Lensa cembung disebut juga lensa positif dan bersifat
mengumpulkan cahaya atau konvergen.
a.
Bentuk permukaan
· Lensa cembung ganda (bikonveks)
Lensa yang kedua permukaannya berbentuk cembung.
· Lensa cembung datar (plankonveks)
Lensa yang permukaannya berbentuk cembung dan datar.
· Lensa cembung cekung (konkaf konveks)
Lensa yang permukaannya berbentuk cembung dan
cekung.
b.
Sinar istimewa pada lensa cembung
· Sinar datang yang sejajar dengan sumbu utama akan dibiaskan melalui titik
fokus yang berada di belakang lensa (F1).
· Sinar datang yang meuju titik fokus di depan lensa (F2) akan dibiaskan
sejajar dengan sumbu utama.
· Sinar datang yang melewati pusat lensa akan diteruskan tanpa dibiaskan.
2. 2. Lensa Cekung
Lensa yang di bagian tengahnya tipis, tapi di bagian
tepinya tebal. Lensa cekung disebut juga lensa negatif dan bersifat menyebarkan
cahaya atau divergen.
a.
Bentuk permukaan
· Lensa cekung ganda (bikonkaf)
Lensa yang kedua permukaannya berbentuk cekung.
· Lensa cekung datar (plankonkaf)
Lensa yang permukaannya berbentuk cekung dan datar.
· Lensa cekung cembung (konveks konkaf)
Lensa yang permukaannya berbentuk cekung dan cembung.
b.
Sinar istimewa pada lensa cekung
· Sinar
datang sejajar dengan sumbu utama akan dibiaskan seolah-olah berasal dari titik
fokus (di depan lensa).
· Sinar
datang seolah-olah menuju titik fokus lensa pertama (F1) akan dibiaskan sejajar
sumbu utama.
· Sinar datang yang melewati pusat lensa akan diteruskan tanpa dibiaskan.
2.3 Kegunaan
Lensa
1. 1. Kamera
Kamera merupakan alat yang digunakan untuk menangkap gambar. Pada kamera terdapat tiga bagian utama, yaitu lensa, diafragma, dan film. Cara kerja kamera yaitu cahaya dari objek akan diterima oleh lensa dan kemudian dibiaskan sehingga membentuk bayangan di film. Posisi lensa di film dapat diubah sesuai kebutuhan. Pada film, terdapat zat kimia yang peka terhadap cahaya. Cahaya gelap dan terang akan meninggalkan jejak yang berbeda pada kamera. Dari film inilah gambar dapat dicetak.
2. 2. Mikroskop
Mikroskop digunakan untuk melihat benda-benda dengan ukuran yang sangat kecil dan tidak dapat dilihat dengan mata telanjang. Pada mikroskop, terdapat dua lensa cembung yang berfungsi untuk memperbesar bayangan benda. Kedua lensa ini adalah lensa okuler dan lensa objektif. Lensa okuler adalah lensa yang letaknya berada di dekat mata, sedangkan lensa objektif adalah lensa yang diletakkan dekat dengan objek penelitian.
3. 3. Teropong
Teropong digunakan untuk membantu
melihat benda yang letaknya sangat jauh. Teropong terdiri dari lensa cembung
dan lensa cekung. Lensa cembung digunakan sebagai lensa okuler, sedangkan lensa
cekung digunakan sebagai lensa objektif.
BAB
III
KETERKAITAN
DENGAN BIOTEKNOLOGI
3.1 3.1 Fenomena pada Bidang
Bioteknologi
Mata merupakan alat optik
alami yang dimiliki oleh manusia dan berfungsi sebagai organ penglihatan. Mata
menggunakan contoh lensa cembung yang membantu kita untuk melihat dunia dengan
jelas. Cara kerja mata manusia yaitu, menerima cahaya yang dipantulkan oleh
objek dan dikirimkan pada garis lurus menuju mata. Cahaya kemudian menuju pupil
melalui kornea dan akan diteruskan ke lensa mata. Kornea dan lensa akan
membiaskan cahaya yang masuk agar dapat fokus ke retina. Photoreseptors pada
retina akan mengkonversi cahaya menjadi bentuk gelombang elektrik. Gelombang
inilah yang akan disalurkan menuju otak melalui saraf optik berupa sinyal. Otak
kemudian akan memproses sinyal tersebut menjadi sebuah bayangan objek. Bayangan
inilah yang kemudian dapat dilihat oleh manusia. Bayangan pada retina harus
memiliki intensitas yang tinggi agar manusia dapat melihat bayangan objek
dengan jelas. Tugas ini dilakukan oleh lensa cembung yang ada di mata. Lensa
cembung akan mengumpulkan cahaya pada satu titik di retina, sehingga bayangan
objek akan terlihat jelas dan tajam.
3.2 3.2 Teknologi pada Bidang
Bioteknologi
Endoskopi merupakan
prosedur pemeriksaan yang digunakan untuk mengetahui kondisi organ dalam tubuh
manusia. Dalam kaitannya dengan THT (telinga, hidung, dan tenggorokan),
prosedur endoskopi digunakan untuk memeriksa kondisi kesehatan dan mendeteksi
adanya gangguan pada organ yang berhubungan dengan telinga, hidung, dan
tenggorokan. Endoskopi THT juga digunakan untuk terapi atau bahkan perawatan
pada organ. Alat endoskopi berbentuk silinder mini yang memiliki diameter
kurang dari 4 mm. Di dalam alat ini dilengkapi pula dengan fiber optik yang
dapat memancarkan cahaya. Alat ini sifatnya lentur sehingga dapat menyusuri
bagian rongga organ dengan mudah tanpa menimbulkan rasa sakit yang berlebih.
Pada ujung alat ini, terdapat kamera yang kemudian dihubungkan pada monitor
untuk menampilkan bagian organ dengan jelas. Prosedur endoskopi hidung biasanya
dilakukan oleh dokter spesialis THT pada pasien yang melakukan rawat jalan. Dalam
melakukan prosedur ini, posisi tubuh pasien yaitu duduk dengan kepala
menengadah. Dokter biasanya akan menyemprotkan atau memberikan obat bius tetes
untuk meminimalkan rasa tidak nyaman. Setelah alat sudah siap, dokter akan
mulai memasukkan alat endoskopi pada organ secara perlahan.
3.3 3.3 Permasalahan
Kontekstual pada Bidang Bioteknologi beserta Solusi Penyelesaiannya
Alam semesta tercipta sangat luas dengan segala isi
di dalamnya. Manusia selama berabad-abad berupaya untuk mempelajari segala
sesuatu yang ada di alam semesta ini. Namun, ada keterbatasan yang menghalangi
manusia untuk mencapai tujuan ini. Mata manusia tidak bisa digunakan untuk
melihat objek dengan jarak yang sangat jauh. Keterbatasan inilah yang akhirnya
melahirkan teleskop sebagai alat bantu. Teleskop membantu manusia untuk bisa
melihat dengan jarak yang sangat jauh bahkan bisa digunakan untuk melihat benda-benda di langit. Pada tahun 1564 sampai
1642 M teleskop temuan Galileo dapat digunakan untuk melihat berbagai perubahan
bentuk penampakan pada Venus, seperti Venus Sabit atau Venus Purnama. Newton
menemukan konsep baru dalam desain teleskop dengan menggunakan cermin lengkung
untuk mengumpulkan dan memancarkan sinar pada titik fokusnya. Perkembangan
teleskop berakibat juga pada perkembangan perhitungan gerak benda-benda langit
dan selanjutnya digunakan untuk
mendeteksi kemungkinan pencarian dan perhitungan terhadap benda-benda langit
tersebut.
BAB
IV
PENUTUP
4.1 Kesimpulan
Lensa sangat penting dalam kehidupan manusia karena
lensa berfungsi untuk mengumpulkan dan menyebarkan cahaya. Lensa memiliki
banyak manfaat bagi kehidupan manusia. Hal ini dapat dilihat dari banyaknya
teknologi yang memanfaatkan aplikasi dari lensa, misalnya kamera, mikroskop,
teropong, dan teleskop. Lensa juga memiliki beberapa jenis dengan bentuk dan
sifatnya masing-masing.
4.2 Saran
Penulis mengetahui bahwa
makalah ini masih jauh dari kata sempurna. Oleh karena itu, dimohon kepada para
pembaca untuk bisa memberikan kritik dan saran yang membangun agar kedepannya makalah ini dapat diperbaiki
menjadi lebih baik.
BAB
V
DAFTAR
PUSTAKA
·
https://antarakojot.blogspot.com/2014/03/makalah-lensa.html?m=1
·
https://id.scribd.com/doc/300649327/makalah-lensa
·
https://www.yuksinau.id/lensa-cekung-sifat-rumus-sinar-istimewa/
·
https://www.gurupendidikan.co.id/lensa-cembung/
·
https://www.halodoc.com/kesehatan/endoskopi-tht
·
https://www.rsubudirahayu.co.id/2021/01/endoskopi-tht-telinga-hidung-tenggorok/
·
https://www.dosenpendidikan.co.id/pengertian-teleskop/
Comments
Post a Comment