MAKALAH FISIKA
“PRINSIP DAN PENGGUNAAN LASER”
Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Fisika
yang Diampu oleh Dr. Parno. M.Si
Disusun Oleh:
PUAN MAHARANI
(210343606425)
UNIVERSITAS NEGERI MALANG
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
PROGRAM STUDI BIOTEKNOLOGI
NOVEMBER 2021
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Perkembangan ilmu pengetahuan yang sangat pesat telah melahirkan banyak teknologi baru yang membuat kehidupan manusia dapat dijalankan dengan lebih efektif dan efisien. Salah satu teknologi yang tengah berkembang saat ini adalah laser. Laser merupakan partikel cahaya atau foton yang tereksitasi dengan arus pancarkan energi berbentuk cahaya. Cahaya tersebut kemudian bergabung menjadi sebuah sinar yang kemudian dikenal dengan sinar laser. Saat ini laser banyak dikembangkan ke dalam berbagai bidang seperti kesehatan, lingkungan, industri, bahkan seni.
Beberapa keunggulan dari
laser adalah kecepatan pengerjaan yang tinggi dan pengerjaan dapat dilakukan
dengan lebih presisi. Adapula kekurangan dari laser yaitu harga produksi yang
lebih mahal dan potensi adanya radiasi berlebihan akibat kesalahan perhitungan.
Namun terlepas dari kekurangannya, laser merupakan salah satu teknologi yang
sangat berpotensi untuk dikembangkan terlebih dalam dunia modern yang serba
cepat saat ini. Dengan mempelajari dasar prinsip kerja laser dan mengeksplorasi
hal-hal yang dapat dilakukan dengan laser, bukan tidak mungkin kita dapat
mengurangi kelemahan dari teknologi ini atau membuat inovasi baru yang
bermanfaat berdasarkan penerapan prinsip yang telah dipelajari.
1.2 Rumusan
Masalah
1. Apa yang dimaksud dengan laser?
2. Apa saja sifat-sifat laser?
3. Bagaimana
prinsip kerja laser?
4. Apa saja kegunaan dari laser ?
5. Apa penerapan teknologi laser dalam bidang
bioteknologi?
1.3 Tujuan
1. Mengetahui
pengertian
laser
2. Mengetahui prinsip kerja dan
penggunaan laser
3. Memahami aplikasi laser dalam
bidang bioteknologi
BAB II
URAIAN MATERI
2.1 Pengertian Laser
Laser adalah singkatan
dari Light Amplification by Stimulated
Emission of Radiation yang dapat diartikan sebagai pembesaran cahaya karena
emisi dari radiasi yang terus menerus. Laser akan menghasilkan berkas cahaya
dengan panjang setiap gelombang yang sangat mirip dan memiliki ketinggian
puncak gelombang yang sama. Karena itu sinar yang dihasilkan akan terlihat
sempit/kecil, sangat terang dan sangat fokus. Karena sinar yang fokus dan tidak
berpendar, sinar laser dapat menempuh jarak yang sangat jauh dan dapat
mengonsentrasikan energi yang besar ke area yang sangat kecil. Laser tidak dapat
terjadi secara alamiah di alam, perlu dilakukan suatu teknologi untuk
menciptakan cahaya laser secara artifisial. Teknologi yang dapat mengendalikan
emisi cahaya pada laser adalah dengan bantuan cermin.
2.2 Prinsip Kerja Laser
Laser memiliki sebuah tabung yang disebut dengan media laser, ini adalah tempat dimana atom akan tereksitasi dan sinar laser akan terbentuk. Kita perlu mengingat bahwa atom memiliki elektron yang bergerak disekitar nukleus. Elektron dapat tereksitasi atau naik ke tingkat energi yang lebih tinggi karena beberapa cara. Dalam kaitannya dengan cara kerja laser, eksitasi elektron terjadi adalah karena adanya energi listrik dan adanya foton.
Di dalam laser, energi listrik yang dihasilkan oleh baterai akan memicu elektron di dalam media laser untuk bereksitasi. Atom yang telah tereksitasi akan kembali ke kesetimbangan energi semula dan menghasilkan foton. Foton yang dihasilkan dari eksitasi akan memicu atom lain untuk bereksitasi dan seterusnya. Atom-atom dalam media laser diperangkap diantara dua cermin, sehingga foton yang dihasilkan akan memantul disekitar media laser dan memicu eksitasi atom terus menerus. Salah satu cermin memiliki transparansi yang lebih rendah sehingga memungkinkan beberapa foton untuk keluar, foton inilah yang kita lihat sebagai sinar laser.
2.3 Sifat-Sifat Laser
Laser memiliki beberapa
sifat yang tidak dimiliki oleh sumber lain, yaitu:
a.
Monokromatis
Artinya adalah memiliki satu warna. Hal ini disebabkan karena gelombang cahaya yang dihasilkan laser memiliki panjang gelombang yang sama. Panjang gelombang yang dihasilkan sendiri tergantung dari jumlah energi yang dilepaskan ketika atom tereksitasi turun ke keadaan setimbang. Panjang gelombang yang berbeda akan menghasilkan warna yang berbeda pula.
b.
Koherensi
Artinya gelombang yang
dihasilkan selalu sama baik dalam fase maupun arah penjalarannya. Koherensi
sendiri memiliki dua konsep yaitu konsep ruang dan konsep waktu.
·
Konsep ruang adalah sifat yang dimiliki dua
buah gelombang dari sumber yang sama yang menempuh lintasan berbeda namun akan
tiba di dua titik yang sama jauhnya dari sumber dengan fase dan frekuensi yang
sama.
· Konsep koherensi waktu adalah sifat dimana dua gelombang dengan sumber yang sama tiba dititik yang sama dengan fase yang tetap setelah melewati lintasan yang berbeda. Laser memiliki koherensi terhadap ruang dan waktu yang lebih besar dibanding sumber cahaya lainnya
c.
Intensitas
Laser memiliki gelombang cahaya dengan fase yang sama sehingga gelombang tersebut saling memperkuat yang menyebabkan laser memiliki pancaran yang kuat dan terlihat sangat terang
d.
Kesearahan
Pada laser, cahaya tidak membias namun memancar dalam satu arah yang sama sehingga cahaya yang dihasilkan akan sangat fokus
2.4 Penggunaan Laser
Saat ini teknologi laser
digunakan dalam bidang dalam kehidupan manusia, beberapa diantaranya adalah:
Bidang kesehatan
·
Menghilangkan bekas tanda lahir yang
abnormal
·
Pengangkatan tumor jinak
·
Prosedur lasik untuk menhilangkan gangguan
pengelihatan
·
Pemecahan batu ginjal
·
Prosedur kemoterapi
·
Prosedur perawatan kecantikan seperti
menghilangkan flek hitam dan IPL
Bidang industri
·
Alat pengukuran yang presisi
·
Alat pengecek barcode
·
Pemotongan lempeng baja dan besi
·
Pengelasan
Bidang teknologi
komputasi
·
Printer laser
·
Pembuatan komponen alat elektronik
Bidang pengembangan ilmu
pengetahuan
·
Digunakan dalam alat spektrometer yang
dapat membantu ilmuwan menemukan bahan penyusun suatu benda
·
Membuat pemetaan planet, bumi dan asteroid
·
Mengukur jarak bumi dan bulan
2.5 Contoh Soal Berkaitan Dengan Laser
1. Seberkas sinar laser jatuh pada permukaan
kaca plan paralel dapat membentuk sudut datang sebesar 45°. Jika tebal kaca
plan paralel 5 cm dan sudut bias yang dihasilkan adalah 20°. Tentukan besar
pergeseran yang dialami oleh sinar laser tersebut!
Diketahui:
i1 = 45°
d = 5 cm
r1 = 20°
Ditanyakan: t
Jawab:
|
t |
= |
d sin (i1 – r1) |
|
|
cos r1 |
|
||
|
t |
= |
(5) sin (45° – 20°) |
|
|
cos 20° |
|||
|
t |
= |
(5) sin (25°) |
|
|
cos 20° |
|||
|
t |
= |
(5)(0,42) |
|
|
0,94 |
|
||
|
t |
= |
2,1 |
= |
2,2 |
|
0,94 |
Jadi, ketika melewati kaca plan paralel, sinar
laser mengalami pergeseran sejauh 2,2 cm dari arah semula.
2. Sebuah laser diarahkan ke salah satu sisi
kaca plan paralel yang mempunyai ketebalan 4 cm. Jika sudut datang sinar
tersebut 30° dan indeks bias kaca 2, tentukanlah pergeseran sinar pada kaca!
Penyelesaian:
Diketahui:
d = 4 cm
nkaca = 2
i1 = 30°
Ditanyakan: t
Jawab:
Untuk mencari t, terlebih dahulu kita mencari
sudut bias (r1). Sesuai dengan Hukum Pembiasan, kita mendapatkan:
nudara sin i1 =
nkaca sin r1
(1) sin i1 = nkaca sin
r1
sin i1 = nkaca sin
r1
|
sin r1 |
= |
sin i1 |
|
|||
|
nkaca |
|
|||||
|
sin r1 |
= |
sin 30° |
||||
|
2 |
|
|||||
|
sin r1 |
= |
1/2 |
||||
|
2 |
|
|||||
|
sin r1 |
= |
1 |
|
|||
|
4 |
|
|||||
r1 = sin-1(1/4)
r1 = 14,48°
Kemudian besar pergeseran sinar dapat kita cari
dengan persamaan berikut:
|
t |
= |
d sin (i1 – r1) |
|
|
cos r1 |
|
||
|
t |
= |
(4) sin (30° – 14,48°) |
|
|
cos 14,48° |
|||
|
t |
= |
(4) sin (15,52°) |
|
|
cos 14,48° |
|||
|
t |
= |
(4)(0,268) |
|
|
0,968 |
|
||
|
t |
= |
1,072 |
= |
1,11 |
|
0,968 |
Jadi, pergeseran sinar tersebut adalah 1,11 cm.
BAB IIIKETERKAITAN DENGAN BIOTEKNOLOGI
3.1 Fenomena Dalam Bidang Bioteknologi
Baru-baru ini ditemukan
sel yang mempu memancarkan sinar laser. Dalam membuat laser dibutuhkan
setidaknya dua hal yaitu bahan yang dapat memendar cahaya dan cermin sebagai
pengonsentrasi cahaya dan pengarah lintasan. Sinar laser dari sel ini didapat
dengan memanfaat bahan bernama green fluorescent protein (GFP) sebagai
pembangkit.. Peneliti ini melakukan rekayasa genetika
terhadap sel ginjal dari embrio manusia untuk menghasilkan protein pemendar. Protein
pemendar tersebut di tempatkan di satu sel diantara dua kaca berjarak sepertiga
tebal rambut manusia. Kemudian seberkas cahaya ditembakan ke protein tersebut
dan berhasil menghasilkan laser. Bentuk sel yang berupa bola juga memiliki
fungsi tambahan sebagai lensa yang dapat memfokuskan cahaya.
3.2 Teknologi Pada Bidang Bioteknologi
Mesin penghilang tatto merupakan salah satu penerapan teknologi laser yang banyak digunakan. Jenis laser yang digunakan adalah Ultra Short Pulse Laser, laser ini daat menembakan cahaya hingga kecepatan picosecond (1^-11 second). Laser yang ditembakan akan diatur dengan frekuensi sebesar 775 nanometer. Panjang gelombang yang rendah memungkinkan sinar laser masuk dan menemus ke dalam kulit.
Tinta tato terbentuk dari komponen yang sebagian besarnya mengandung logam berat. Secara mikroskopik, dapat dilihat bahwa logam berat tersebut terdiri dari logam berbentuk butiran sangat halus dan butiran yang agak besar. Dalam proses pembuatan tato, jarum akan ditusukan kedalam kulit untuk memasukan partikel-partikel logam di dalam tinta tadi ke dalam lapisan dermis. Ketika partikel logam tersebut memasuki tubuh, sel darah putih akan bereaksi untuk membuang benda asing tersebut. Sel darah putih sendiri merupakan sel yang berukuran sangat kecil, sedangkan tinta mengandung partikel berukuran kecil dan besar. Karena itu sel darah putih hanya dapat menelan partikel logam berukuran kecil yang nantinya akan dibawa ke liver untuk dibuang dari tubuh. Sedangkan partikel yang lebih besar akan tertinggal di lapisan dermis dan membuat warna tinta tato menjadi permanen. Seiring berjalannya waktu, partikel logam tersebut akan terurai sedikit demi sedikit sehingga memungkinkan sel darah putih untuk membawanya, karena itu meskipun permanen tinta tato akan memudar setelah beberapa waktu.
Permasalahan dalam penghilangan tato
secara alami adalah perbedaan antara ukuran sel darah putih dan partikel logam
dalam tinta. Maka teknologi dalam mesin penghilang tato hadir untuk menjawab
permasalahan tersebut. Ketika laser ditembakan ke dalam kulit, sinar dari laser
memancarkan energi radiasi ke partikel logam, sehingga partikel logam tersebut
mengalami kenaikan suhu dan memanas. Panas yang dihasilkan akan memecah partikel
tersebut menjadi pecahan-pecahan kecil. Dengan begitu sel darah putih akan
lebih mudah menelan dan membawa partikel logam tersebut untuk dibuang.
3.3 Permasalahan Kontekstual pada Bidang Bioteknologi, Solusi Penyelesaiannya, dan Disain Miniatur Teknologi Penyelesaiannya
Saat ini penulis belum
menemukan permasalahan kontekstual dan penyelesaiannnya. Kedepannya tulisan ini
akan disunting kembali untuk penambahan materi pada sub pembahasan ini.
BAB IV
PENUTUP
4.1 Kesimpulan
Perkembangan pengetahuan
memungkinkan kita untuk menikmati manfaat penggunaan laser dalam berbagai
bidang. Laser sendiri merupakan pembesaran cahaya karena emisi dari radiasi
yang terus menerus. Laser memiliki ciri khas dibandingkan dengan sumber cahaya
lain yaitu sifat koherensi, monokromatik dan kesearahan. Prinsip kerja laser
adalah memanfaatkan eksitasi dari atom untuk menghasilkan foton yang
diperangkap dalam sebuah tabung dengan cermin sehingga eksitasi dapat berjalan
terus menerus dan menghasilkan cahaya dengan intensitas yang tinggi. Saat ini
penggunaan laser sangat banyak digunakan dalam berbagai bidang dan memungkinkan
adanya perkembangan teknologi kedepannya.
4.2 Saran
Kita dapat mempelajari cara kerja laser sehingga dapat tercipta inovasi-inovasi baru yang memudahkan kehidupan kita. Penulis mengetahui bahwa makalah ini masih jauh dari kata sempurna. Maka dari itu, penulis mengharapkan saran dan kritik yang membangun agar makalah ini dapat diperbaiki menjadi lebih baik.
Daftar Pustaka
https://lasers.llnl.gov/education/how_lasers_work
http://www.planet-science.com/categories/over-11s/technology/2012/01/what-is-a-laser.aspx
https://spaceplace.nasa.gov/laser/en/
https://core.ac.uk/download/pdf/11703678.pdf
Sadimin, Mengenal Laser dan Hologram, 2020
Sri Jumini, FISIKA KEDOKTERAN, 2018
Comments
Post a Comment